Postingan

Kuliner Langka

  Kuliner ini Sulit di dapat, mungkin karena butuh proses yang lumayan panjang untuk mendapatkannya. Rasanya manis dan gurih. Sebenarnya tidak banyak orang yang suka. Mungkin karena warnanya yang tidak menarik, coklat kehitaman, sekilas mirip terasi. Awal suka makanan ini, saat melihat ibu sering mengkonsumsinya. Ibu bilang ini makanan enak tapi anak-anak gak boleh makan. Apalagi anak perempuan. Di tempat kami punya kepercayaan kalau makan makanan ini, nanti kalau di dandanin saat pengantin gak cantik. Namun seperti kebanyakan anak-anak sekarang, kalau di larang bukannya nurut malah penasaran. Saya pun diam-diam mencobanya, ternyata rasanya sangat enak. Di coba lagi dan lagi. Sampai akhirnya jadi suka sampai sekarang he...he... Bahan dari pembuatan makanan ini adalah kelapa. Makanan ini adalah ampas dari pembuatan minyak kelapa. Santan yang di godok menghasilkan minyak dan ampas. Minyaknya di ambil dan ampasnya ini dijadikan makanan yang di kenal dengan nama Galendo (Sunda). Selain  pu

MASIH BINGUNG MEMILIH SMA ATAU SMK...?

Gambar
Kalian yang duduk di bangku SMP besok pengumuman pelulusan. Pasti dong sudah punya rencana untuk melanjutkan sekolah. Tapi masih bingung memilih sekolah antara SMK dan SMA , coba bandingkan kelebihan dan kekurangan antara SMK dan SMA. Berikut ini perbandingan antara SMK dan SMA: SMA sekolah umum dengan mata pelajaran yang hampir sama dengan SMP, hanya ada beberapa mata pelajaran tambahan sebagai pengembangan dari mapel tertentu. kemampuan kalian sewaktu di SMP  sudah bisa mengukur mana jurusan yang akan kalian pilih, apakah masuk IPA atau IPS. Jika kalian berniat untuk melanjutkan kuliah lebih baik memilih SMA karena materi yang di ujikan untuk masuk perguruan tinggi negeri adalah materi-materi yang diberikan di SMA tapi jika ingin bekerja juga bisa. Biaya yang dikeluarkan hanya untuk SPP perbulan dan biaya umum lainnya. SMK adalah sekolah kejuruan yang lulusannya di persiapkan untuk langsung memasuki dunia kerja. Mata pelajarannya sudah khusus sesuai jurusan yang di pilih. Bila ingin

DIA SAHABATKU

Gambar
  Litta memandangku tak percaya. Senyum di bibirnya nampak hambar. Dia meragukan apa yang aku katakan. “Percalah dia itu sahabatku...!” Aku berusaha meyakinnya. Tapi Litta sepertinya tidak ingin mendengar perkataanku. Dia berlalu tanpa menoleh. Aku hanya diam, kulanjutkan langkahku menuju kelas. Aku tidak ingin terlambat mata kuliah ini. Aku mendapatkan nilai D untuk yang pertamakalinya. Bergegas kumasuki kelas. Bergabung dengan adik angkatanku. Ada rasa malu saat duduk bersama mereka.   Tapi aku rasa bukan aku saja yang mengulang, diantara mereka aku melihat kakak angkatanku. Ku bulatkan tekadku untuk fokus pada materi ini. Aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu untuk yang kedua kalinya. Nilai minimal B harus aku dapatkan. Kuliah berakhir, aku kembali ke perpustakaan. kucoba selesaikan tugas yang tadi tertunda. Tanpa kusadari Farhan duduk disampingku. “Serius bener? Ada tugas Win…?” Farhan meledekku. Dia sudah tahu kalau aku mendapatkan tugas ini. “Kamu sudah selesai?” Kulirik

Untukmu

Gambar
Ketika hati ini merasakan rindu. Tak sedikitpun  bisa berpaling.  Rindu yang terus hadir, membuatku selalu berharap tentangmu.  Kehadiranmu di mimpiku seakan menjelaskan betapa hadirmu sangat aku nantikan.  Jika saja kamu tahu hatiku. Ku yakin hatimu iba melihatku. Seandainya saja waktu bisa diulang. Aku pasti ungkapkan perasaanku. Aku terlambat menyadarinya. Betapa berartinya kamu dihatiku. Kini aku tak bisa berharap apapun darimu. Aku sadar keadaanku. Tak mungkin bagiku bisa bersamamu. Ada pemisah diantara kita. Satu yang aku sesali mengapa saat itu aku mengenalmu. Seandainya kau mau jujur padaku. Aku hanya ingin tahu bagaimana perasaanmu saat itu. Setidaknya itu bisa mengobati rinduku dan menjawab kebimbangan hatiku. 

SUP UNTUK AZIS

Gambar
Elsa menatap Azis adiknya. Keringat terlihat membasahi kening adiknya itu. Azis makan dengan lahap. Sayur sop yang diberikan oleh tetangganya terasa begitu nikmat. Mungkin karena beberapa hari ini dia tidak makan sayur. Dua hari yang lalu ibunya dibawa satgas covid ke Rumah sakit untuk di isolasi. Sementara ayahnya bekerja di kota dan tidak berani pulang karena takut di isolasi. Ayahnya berpikir jika dia pulang kemudian di isolasi siapa yang akan menghidupi Elsa dan adiknya. Dengan terpaksa dia membiarkan Elsa dan kedua adiknya di rumah. “Jangan dihabiskan semua Zis, sisakan buat nanti sore.” Elsa mengambil mangkok sayur dan menyimpannya ke dalam tutup saji. “Tapi kak… Azis masih pengen makan.” Pinta Azis sambil menyodorkan piringnya. “Ya… tapi jangan dihabiskan, biar nanti sore kita masih bisa makan.” Elsa mengambil beberapa sendok sayur   dan dituangkannya ke dalam piring Azis. Terdengar suara pintu terbuka. Elsa dan Azis menatap pintu dengan cemas. Mereka selalu ketakuta

SURAT KALENG

Gambar
  Tangan ani bergerak mengambil gulungan kertas dilantai. Kertas itu dilemarkan seseorang dari belakang. Beberapa temanya tersenyum melihat ani kesulitan mengambil kertas yang tersangkut di ujung kursi. Sementara bu guru masih mencoba menjelaskan materi pelajaran.   Ani membuka gulungan kertas tersebut dengan penasaran. Tulisan itu berisi ajakan untuk bertemu setelah sekolah usai. Ani hanya terdiam dia mencoba mencari tahu siapa yang menulis surat tersebut. Berusaha menengok ke belakang namun semuanya seperti tidak terjadi apa-apa. Mereka serius mendengarkan penjelasan bu guru. Ani meremas surat itu kemudian menyimpannya kedalam tas. Nita teman sebangkunya bertanya isi surat yang disimpan ani. Ani hanya menggeleng dan bilang itu hanya tulisan iseng yang dibuat seseorang untuk mengganggu konsentrasinya belajar. Siang itu setelah jam pelajaran usai Ani segera pulang. Disimpannya tas dan segera menuju ruang makan. Namun belum sempat sendok itu masuk mulutnya seseorang mengetuk pintu d

Wanita Tangguh

Gambar
  Wanita Tangguh Pembuatan takjil untuk berbuka puasa hampir selesai. Ibu meminta Nia dan Nadia membawa makanan-makanan itu ke meja makan. Sementara Ramdhan si bungsu   tak beranjak di depan televisi.   Si tengah Nadia sangat bersemangat. Dengan sigap dia membawa piring dan gelas bersamaan. “Nad… sedikit-sedikit bawanya, nanti malah tumpah.” Ibu mengingatkan “Ibu tenang saja, Insya Allah gak akan tumpah.” Nadia kembali ke dapur, kemudian kembali sambil membawa mangkuk besar berisi sup buah. Dengan perlahan Nadia berjalan menuju meja makan. Tiba-tiba Moly kucing kesayangannya berlari dari arah depan, sepertinya moly di kejar kucing tetangga. Moly hampir saja menabrak Nadia yang sedang membawa mangkuk. Nadia seketika berhenti. Matanya melotot dan mulutnya spontan berteriak memarahi moly yang ngumpet di kolong meja makan. “Nad… kenapa memarahi Moly, emang moly ngerti   yang kamu bilang?” Nia tertawa, tangannya sibuk mengatur gelas di meja makan. Nadia cemberut segera disimpannya m